Seiring jalan yang terhampar di muka ku kini...gelap
Belatung menggerogoti otak perlahan menembus pikiran
Hati terbakar menghanguskan asa
Maafkan diri ini tak lagi yang semestinya berjalan
Jalanku carut marut tersesat di tempat penuh tipu daya
Air mata membeku karena dinginnya kenyataan
Hilang sudah yang seharusnya kulakukan
Hitam jalanku membunuh tiap detik waktu yang kujalani
Tercaci termaki keadaan yang makin hina dan bodoh
Antara hidup dan mati berdiri di tengah kesombongan suasana
Mencoba menghidupkan cahaya yang mulai redup namun terjungkal kemudian terdiam tak mengerti harus berbuat apa lagi
Mengharap kenyataan berbelas kasih dengah merubah keadaan yang semestinya dan sewajarnya namun malah menciptakan jurang kekecewaan yang begitu dalam....
Mencoba bersyukur..mencoba bersabar...tak pernah ada batasnya kata sang bijak
Namun diri ini tak mengerti harus ke mana lagi melangkahkan arah..bengkok dan tak tentu arah jalur hidup
Kebosanan terbungkus sabar.....kekecewaan terbungkus syukur....
Dan aku merasa di sudutkan kenyataan
Menuntut diriku dan tak mampu ku melawan...lemah seiring waktu semakin carut marut dri ini membawa kenyataan.
Kebodohan tak kunjung usai....................
Disinipun tetap terbakar oleh nafsu keakuan
Disinipun hati dingin oleh kepongahan diri2 yang mengaku berjiwa
Disinipun otak menjadi busuk oleh serangan nafsu ego
Semakin samar saja jalanan yang kulalui...bermakna kemudian hilang